Pengertian, Sejarah, Peraturan, Manfaat Lompat Tinggi

No Comment November 15, 2022
Daftar Isi
Pengertian, Sejarah, Peraturan, Manfaat Lompat Tinggi InfoEdukasi.com - Sebagai salah satu cabang olahraga, atletik memiliki nomor perlombaan yang banyak dan salah satu di antaranya adalah lompat tinggi. Pengertian lompat tinggi adalah olahraga yang menguji keterampilan atlet dalam melakukan lompatan untuk melewati mistar pembatas. 

Jika kamu penggemar olahraga atletik, pastinya tidak akan asing dengan lompat tinggi. Pasalnya, di setiap olimpiade kategori atletik, pasti olahraga lompat tinggi akan diperlombakan. Seperti olahraga lainnya, lompat tinggi juga memiliki aturan perlombaan sendiri, lho! Simak pada informasi berikut:

Baca juga:

Materi Pelajaran Penjaskes Tentang Pengertian, Sejarah, Peraturan, Dan Manfaat Lompat Tinggi Secara Lengkap

Pengertian, Sejarah, Peraturan, Manfaat Lompat Tinggi
Foto atlet lompat tinggi yang berkompetisi | worldathletics.org

Pengertian Lompat Tinggi

Olahraga lompat tinggi merupakan salah satu dari banyaknya cabang olahraga atletik, namun pada olahraga ini yang diuji adalah keterampilan seorang atlet dalam melompat dengan melewati mistar alias pembatas. 

Rangkuman lompat tinggi menjadi salah satu materi yang akan dipelajari oleh peserta didik di tingkat kelas tertentu, biasanya di tingkat SMA atau sederajat. Meskipun demikian, ada banyak sekali atlet yang masih berusia belia (SD dan SMP) yang menggeluti cabang olahraga lompat tinggi. 

Tujuan lompat tinggi adalah untuk mendapatkan lompatan paling tinggi yang atlet bisa atau minimal dengan ketinggian tertentu. Sedangkan pembatas atau mistar yang wajib dilewati oleh peserta alias atlet lompat tinggi adalah minimal 2,5 meter. 

Kamu perlu tahu bahwa olahraga lompat tinggi tidak membutuhkan alat bantuan apapun untuk bisa mencapai atau melewati mistar pembatas. Peserta dituntut untuk bisa melompat menggunakan teknik-teknik tertentu sehingga bisa berhasil melakukan lompatan yang optimal. 

Di setiap pertandingan, mistar akan dinaikan secara bertahap apabila peserta atau atlet mampu melewati ketinggian mistar sebelumnya. Peserta dinyatakan berhasil melakukan lompatan dan dianggap sah apabila tidak menjatuhkan palang ketika pertandingan berlangsung. 

Sejarah Lompat Tinggi Secara Nasional dan Internasional Singkat

1. Sejarah Lompat Tinggi Dunia
Jika dibandingkan dengan olahraga lainnya, lompat tinggi merupakan salah satu cabang olahraga tertua di dunia. Menurut sejarahnya, lompat tinggi diperlombakan untuk pertama kalinya di era Yunani Kuno, yakni di tahun 776 SM. 

Akan tetapi hal tersebut tidak dianggap karena kurangnya catatan sejarah, sehingga lompat tinggi kini dianggap sebagai cabang atletik baru. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kompetisi pertama lompat tinggi di abad ke-19 tepatnya di Negara Skotlandia. 

Pada awal olahraga ini diperlombakan, lompatan tertinggi yang diperoleh adalah sekitar 1,68 meter dengan menggunakan gaya gunting. Nah, ketika memasuki abad ke-20 barulah ada gaya lompatan baru yang dimodernisasi oleh Michael Sweeney dari Irlandia – Amerika. 

Sejak pertandingan di Skotlandia, olahraga lompat tinggi terus berkembang dan mulai menyebar luas di negara-negara lainnya, termasuk Indonesia. 

2. Sejarah Lompat Tinggi di Indonesia
Di Indonesia sendiri, olahraga lompat tinggi mulai masuk pada tahun 1930-an, tepat ketika pemerintah Hindia Belanda memasukkan atletik sebagai salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari di lembaga pendidikan formal. 

Setelah berhasil masuk ke Indonesia, lambat laun olahraga ini mulai banyak diminati dan dimainkan oleh penduduk pribumi, bahkan hingga saat ini. Dengan demikian, tidak heran jika di beberapa kompetisi olahraga, lompat tinggi seringkali diikutsertakan. 

Macam-Macam Gaya Lompat Tinggi

1. Gaya Gunting
Gaya pertama dalam lompat tinggi adalah gaya gunting yang merupakan gaya paling klasik, karena digunakan pada kompetisi pertama kali di Skotlandia. Pada saat melakukan gaya gunting, posisi kaki melompat dan mengayun melewati mistar pembatas layaknya gerakan gunting. 

Pada awalnya, gaya gunting ini berasal dari tolakan kaki terkuat lalu dilanjutkan dengan ayunan kaki lainnya saat tubuh sudah mendekati mistar. Dengan teknik tersebut, kedua kaki dan juga seluruh tubuh peserta akan lebih mudah lolos melewati mistar dengan ketinggian tertentu. 

2. Gaya Guling Sisi
Gaya lompat tinggi selanjutnya adalah gaya guling sisi atau disebut juga dengan western roll. Untuk melakukan gaya ini, posisi badan berada di samping mistar lalu diangkat dan diposisikan sedemikian rupa sampai bisa melayang terlentang. 

Setelah itu, tubuh akan diputar hingga bisa melewati mistar dengan sempurna. Akan tetapi, dikarenakan pada gaya ini posisi kepala lebih rendah dibandingkan pinggul, maka gaya guling sisi tidak lagi digunakan karena dinilai pelanggaran atau diskualifikasi. 

3. Gaya Straddle
Gaya straddle cukup mirip dengan gaya sebelumnya, yakni gaya guling sisi dan dapat dikatakan bahwa adanya gaya ini adalah bentuk dari penyempurnaannya. 

Ketika melakukan gaya straddle, posisi kepala tidak akan lebih rendah dibandingkan dengan pinggul, sehingga tidak dinilai diskualifikasi. Gaya ketiga ini diciptakan oleh seorang atlet lompat tinggi bernama Charles Dumas yang memiliki rekor lompatan tertinggi mencapai 2,23 meter. 

4. Gaya Flop
Merupakan gaya yang dikenal dengan sebutan Fosbury Flop dan diciptakan oleh seorang atlet bernama Dick Richard Fosbury, pemenang kejuaraan lompat tinggi tahun 1968 di Mexico. 

Gaya flop tergolong unik, sebab ketika melakukan lompatan tubuh akan membelakangi mistar lalu melewati pembatas tersebut dengan mengedepankan punggung. 

Peraturan Lompat Tinggi

Peraturan lompat tinggi yang resmi tentunya wajib dipatuhi oleh atletnya, sehingga lompatan dapat dinyatakan sah dan dihitung sebagai poin. Aturannya adalah sebagai berikut:
  • Atlet akan bertanding untuk melewati mistar sampai batas paling tinggi yang dapat mereka capai. Peserta yang bertahan paling lama dan memiliki lompatan paling tinggi akan keluar sebagai pemenang alias juaranya. 
  • Setiap peserta lompat tinggi akan mendapatkan tiga kesempatan untuk melompat selama pertandingan. Ketiga kesempatan tersebut nantinya akan digunakan untuk melompati mistar dengan kategori ketinggian yang sama. 
  • Apabila dalam tiga kesempatan lompat yang diberikan, atlet tidak bisa melakukan lompatan atau gagal maka akan dinyatakan gugur. 
  • Tolakan ketika melompat hanya diperbolehkan menggunakan satu kaki saja. 
  • Peserta dilarang keras untuk menjatuhkan mistar atau pembatas.
  • Peserta atau atlet lompat tinggi wajib menggunakan seragam dan atribut yang sudah ditetapkan oleh panitia. 

Manfaat Lompat Tinggi

Lompat tinggi memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan dan juga kebugaran tubuh, sehingga tidak ada salahnya kamu mencoba olahraga satu ini. Tentunya manfaat ini akan berpengaruh pada kehidupan sehari-hari, seperti berikut:
  • Lompat tinggi yang dilakukan secara rutin dengan benar dapat membuat otot-otot kaki semakin kuat, karena pada dasarnya olahraga ini memanfaatkan kekuatan kaki.
  • Olahraga lompat tinggi dapat meningkatkan koordinasi tubuh secara maksimal, mulai dari otak kecil, sistem saraf, dan lain sebagainya.
  • Dengan melakukan lompat tinggi secara rutin bisa membantu membakar kalori-kalori di dalam tubuh, sehingga bisa dijadikan salah satu olahraga diet.
  • Lompat tinggi mampu membantu menambah tinggi badan, karena proses tolakan dan lompatan akan membuat otot meregang sehingga bisa membuat lebih tinggi.
  • Lompat tinggi juga bisa meningkatkan stamina tubuh apabila dilakukan secara rutin, sehingga tubuh dapat melakukan aktivitas berat tanpa kendala apapun. 
  • Dapat memperlancar siklus bulanan atau menstruasi pada wanita. 

Dari penjelasan di atas, pastinya kini kamu mengetahui apa sejatinya pengertian dari lompat tinggi. Selain itu, lompat tinggi ternyata memiliki empat gaya dalam lompatannya, meskipun kini salah satu gaya sudah tidak boleh dilakukan dan dianggap sebagai diskualifikasi.

Komentar

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]